LOADING

Pencarian InsCinema

Belajar Bermedsos dari Bu Tejo (Tilik)

By Admin InsCinema 25 May 2020
16Shares

Pekan ketiga bulan Agustus media sosial (medsos) terutama lini masa Twitter diramaikan dengan #Bu_Tejo. Awalnya tidak tertarik, tapi postingan meme Bu Tejo oleh netizen di platform burung biru tersebut bagaikan pressure grup dan membuat saya menyerah dan mulailah bertanya pada si mbah Google. Ternyata Bu Tejo ialah sosok yang ada pada film berjudul Tilik (bahasa jawa menjenguk). Secara dominan film ini berupaya mengungkap aktifitas gosip yang menjadi realitas sosial dimasyarakat kita. Untuk menelaah realitas sosial pengamatan dilakukan secara komprehensif dari luar menuju ke dalam dan kembali ke luar. Yakni berawal dari kulit luar, lalu masuk ke daging dan tulang lalu kealiran darah selanjutnya sampai ke dalam sumsum, bahkan hati dan pikiran. Tapi jangan lupa untuk balik lagi ke luar agar objektifitas terjaga.

Realitas yang ditampilkan film berdurasi 32 menitan ini simpel tapi ngena. Simpel karena ceritanya sederhana dan alurnya se arah yakni maju dan adegan sebagian besar mengambil lokasi di bak truk. Ini membuat penonton tidak terlalu sulit utuk ngertiNgena sebab cerita yang ditampilkan sesuai dengan kehidupan sehari-hari dan pesan nya pun mudah dicerna. Sebagai penonton akan merasakan suasana yang akrab dengan situasi yang dituturkan pada film tersebut.  

Bagi yang belum menonton, secara singkat film Tilik bercerita  tentang rombongan para ibu yang sedang dalam perjalanan untuk menjenguk (tilik dalam bahasa Jawa) Ibu Lurah di rumah sakit dengan menggunakan truk. Hampir sepanjang durasi film memvisualisasikan ibu-ibu yang menggosipkan seorang tokoh yang bernama Dian dengan modal referensi medsos serta potongan-potongan empirik sensual minim pengetahuan tapi kaya kesimpulan. Seperti ketika Bu Tejo bersaksi dirinya berjumpa Dian yang sedang muntah Dian pun langsung divonis hamil. Padahal orang muntah bisa saja penyebabnya karena masuk angin, mual atau penyebab medis lainnya. Jika tidak terbukti, maka orang yang jadi objek gosipers itu kian menderita. Apalagi wanita yang dijadikan bahan pembicaraan secara administrasi catatan sipil statusnya belum menikah. Kasihan masa depannya. 

Di film ini semua pergunjingan tentang tokoh Dian diprovokasi oleh sosok yang bernama Bu Tejo. Dan apabila informasi darinya disanggah, maka Bu Tejo pun tidak segan untuk memperlihatkan bukti omongannya yang ternyata hanya berdasar foto dari medsos saja. Ia pun berargumentasi tanpa literasi bahwa informasi di internet selalu benar dan dipercaya. Meski idealnya perlu validasi lagi.

Pada kehidupan nyata kita pun menjadi insecure dengan keberadaan model seperti Bu Tejo. Karena terbuka peluang profil diri kita di medsos untuk jadi bahan pergunjingan oleh Bu Tejo Bu Tejo lain. Jejak digital kita yang terpampang di media sosial, baik dengan sengaja ataupun tidak akan menjadi materi renyah untuk dighibahkan. Bila saja pada status medsos ada tulisan kumenangiiiiisss membayangkan .... Boleh jadi Bu Tejo langsung ambil kesimpulan bahwa si penulis status tersebut sedang dikhianati. Padahal faktanya gegara masalah akhir bulan sahaja.

Melalui Bu Tejo kita bisa belajar untuk selalu eling lan waspada atau ingat dan waspada dalam beraktifitas di media sosial. Saat ini apapun bisa terjadi melalui media sosial. Media sosial ialah media berenergi potensial yang besar dan bermata dua. Bisa untuk kemaslahatan atau malah terjerembab ke jurang kehancuran. Ingin gapai bahagia bisa melalui media sosial. Terpeleset ke lembah nestapa juga bisa melalui media sosial. Intinya media sosial bisa mengarah ke surga dan bisa juga jalan mulus menuju ke neraka. Jangan sampai berpolah di media sosial, publik resah, aparat jengah, kita pun jadi susah. 

Memiliki akun media sosial bukanlah yang utama, yang paling penting miliki dulu ilmunya baru punya akunnya. Seperti dialog yang diutarakan oleh Bu Tejo pada film Tilik: saiki mbok yo do mikir. (iwn)

Artikel Lainnya

Sign In Online Learning

Trainee Room

Download Form APL 1, APL 2, SKKNI dan Skema

Syarat yang harus dikumpulkan adalah :
1. Foto Copy KTP 1 lembar
2. Foto terbaru ukuran 3 X 4 : 1 lembar (Background Merah)
3. Print out dari website InsCinema Form APL 01 dan APL 02 juga syarat dan ketentuannya.
4. Portofolio hasil karya fotografi (Tehnik Dasar Fotografi)
5. Portofolio utk asisten produser, operator kamera dan editing adalah karya audio visual. Karya yang sudah kalian buat ditunjukkan ke Asesor saat ujian. Bisa melalui Laptop atau Hp

Syarat dimasukan ke dalam amplop coklat besar yg ada berkait tali