LOADING

Pencarian InsCinema

Emoji Lebay Homo Digital Perspektif PostModern & Modern

By Admin InsCinema 08 Oct 2020
16Shares

Maaf yah, gak bisa dateng” disertai emoji kepala orang berwarna kuning yang ada alisnya dengan mulut terbuka, pada kedua  pipinya, bentuknya seperti ini
.
Teks dan emoji sering hadir pada display telepon pintar melalui aplikasi whatsapp. Kasus kejadian model seperti itu juga kerap dialami oleh para homo digital seperti kita ini. Dan sudah menjadi hal wajar serta dianggap biasa dalam kesehariannya.  Kita pun sering menerima dan mengirim emoji seperti itu. Tapi menjadi menarik dalam pendekatan disiplin ilmu komunikasi. Penggunaan emoji pada percakapan digital fardhu’ain wajib dicermati dan disikapi berhati-hati apabila tidak ingin terlibat konflik emosi. Beda individu akan beda pula dalam memaknai secara komprehensif terhadap emoji yang diterimanya. Apalagi bagi yang baru tahap menjalin pendekatan.  Sedang proses berkenalan dengan doi dan belum kenal latar belakangnya masing-masing. Salah dalam memilih emoji serta mempersepsikannya, maka peluang kandas hubungan ditengah jalan makin besar. Dan silahkan prediksi sendiri bagaimana bila hal serupa  terjadi pada konteks pekerjaan.

Huruf, emoji, emoticon, isticker atau meme yang sering digunakan pada percakapan digital whatsapp termasuk kategori simbol dan teks. Sekarang penggunaanya menjadi  fenomena komunikasi yang dialami oleh homo digital. Sekadar info, istilah emoji dan emoticon adalah dua hal yang beda.  Tapi sebagian orang ada yang masih menganggapnya  sama. Emoji berbentuk gambar-gambar, bisa ekspresi manusia seperti contoh di awal atau  benda-benda. Sementara emoticon adalah tipografi yang dibentuk untuk mengekspresi perasaan, seperti perpaduan tanda :-)   yang umum merepresentasikan emosi lucu-tertawa ataupun tanda :-) yang biasa untuk mendeskripsikan perasaan  sedih.

Kembali ke masalah awal, tergoda untuk bertanya, apakah si pengirim emoji tersebut benar-benar merasa sedih lahir batin sesuai dengan emoji yang dikirimkannya? Atau malah biasa saja dan cenderung malah melebaykan situasi kondisi dengan cara mengirim emoji tersebut untuk motif  agar dibukakan pintu maaf oleh penerima dengan status tanpa pengecualian. Sementara dia sendiri mungkin sambil tertawa-tawa saat ngirim emoji tadi. Lalu pertanyaan selanjutnya apakah si penerima teks dan pengirim emoji tadi menggunakan referensi yang sama dalam bertinteraksi ? Intinya  pertanyaan ini sulit untuk diungkap penjelasannya secara pasti saat real time berlangsunnya proses komunikasi oleh pihak yang terlibat. Kecuali mereka menyempatkan waktu dan membahas simbol emoji yang digunakan melalui suatu perspektif yang dipilih. Tapi kecil kemungkinan proses validasi emoji dilakukan saat komunikasi sedang berlangsung. Tidak efisien dan bakalan ruwet perkaranya.

Mari sejenak tengok mundur kebelakang mengenai konsep memahami makna pada simbol dan teks yang dikemukakan oleh paham strukturalis yang masuk filsafat modern.  Salah satu tokohnya adalah Ferdinand de Saussure. Ia mengagas bahwa masyarakat dan kebudayaan punya suatu struktur yang sama dan tetap. Idenya tentang teks dan simbol yang digunakan haruslah berpedoman pada satu sistem tanda yang mengungkapkan gagasan. Komunikasi dengan teks dan simbol akan efektif bila yang terlibat komunikasi berpedoman pada suatu sistem tersebut.  Proses komunikasi akan kontraproduktif apabila pihak yang terlibat komunikasi tidak berpedoman pada referensi yang sama saat berkomunikasi. Peluang keberhasilan komunikasi antara pengirim dengan penerima akan besar bila acuan referensi yang sama digunakan oleh mereka.  Dalan literasi akademik gagasan dan konsepnya Sausser dikenal dengan istilah semiotika. Ide Saussere ini berkembang menjadi mazhab Sausserian.

Beda hal dengan pandangan dan ide filsafat postmodern. Pada kajian ini  pengetahuan dipandang sangat subjektif dan manusia bebas sebebas bebasnya menggunakan interpretasi. Manusia hanya memahami versi dari sebuah realitas dan bukan keseluruhannya. Salah satu tokohnya adalah Derrida dengan konsep dekonstruksi. Bila demikian maka bisa jadi persoalan emoji di atas dimaknai bahwa si pengirim bisa aja lebay

Selanjutnya, tidak masalah sih anda berdiri pada modernisme atau postmodernisme atau malah berdiri dua kaki diantaranya, yang penting janjian dulu dengan lawan bicara tentang referensi acuan yang akan digunakan saat berkomunikasi. Apakah seribet itu ? (iwn)

Artikel Lainnya

Sign In Online Learning

Trainee Room

Download Form APL 1, APL 2, SKKNI dan Skema

Syarat yang harus dikumpulkan adalah :
1. Foto Copy KTP 1 lembar
2. Foto terbaru ukuran 3 X 4 : 1 lembar (Background Merah)
3. Print out dari website InsCinema Form APL 01 dan APL 02 juga syarat dan ketentuannya.
4. Portofolio hasil karya fotografi (Tehnik Dasar Fotografi)
5. Portofolio utk asisten produser, operator kamera dan editing adalah karya audio visual. Karya yang sudah kalian buat ditunjukkan ke Asesor saat ujian. Bisa melalui Laptop atau Hp

Syarat dimasukan ke dalam amplop coklat besar yg ada berkait tali