LOADING

Pencarian InsCinema

Godaan Digital & Ide Immanuel Kant

By Admin InsCinema 28 Sep 2020
16Shares

Handphone, telepon genggam atau akrab disebut HP yang biasa kita lihat-lihat, pegang-pegang, elus-elus, serta pencet-pencet di kala pagi, siang, senja dan malam adalah alat yang canggihnya-canggih.  Bahkan disebut sebut sebagai telepon pintar. Entah siapa yang pertama kali menjulukinya pintar. Padahal kata pintar yang disematkan kepada HP disini memang agak absurd dengan pintarnya profesor pada satu disiplin ilmu atau pintarnya orang pintar yang biasa lakukan ritual sembur air untuk obati bayi yang mengidap sawan.  Namun yang pasti alat ini sudah bukan lagi sekadar medium komunikasi antara satu orang dengan satu orang lainnya, tapi lebih dari itu.
Dulu teleponan sambil saling tatap lawan bicara hanya bisa disaksikan saat nonton film science fiction besutan sutradara Hollywood. Tapi sekarang kitapun mampu melakukannya. Dan ironisnya fitur yang bermanfaat ini suka disalahgunakan oleh oknum muda-mudi, tapi ada juga sih oknum yang non muda.  Dengan alasan melepas kangen. Tapi kenyataanya video call sambil disertai aksi "plus-plus", apalagi bukan dengan pasangan sahnya. Fenomena patologi digital terjadi. Hanya pondasi moral kuatlah yang mampu mencegah tindakan komunikasi non normatif ini. Karena kehadiran HP secara fisik bersifat pribadi. Bisa digunakan di ruang yang orang lain tidak mengetahuinya.
HP sekarang dilengkapi aplikasi untuk  bisa berinteraksi sosial dengan siapapun, termasuk pejabat, politikus, dan artis. Interaksi yang punya potensi untuk membuat orang biasa menjadi luar biasa. Seperti kisah Ade Londok yang dilantik jadi duta kuliner Jawa Barat dengan mempromosikan odading Mang Ole walau gunakan bahasa yang kasar. Lalu apa kabar guru dan orang tua yang susah payah mendidik putra putrinya dengan bahasa sopan. Sementara ngomong dengan bahasa kasar saja bisa diangkat jadi duta. Itulah dinamika penggunaan media sosial di negeri +62.
Media sosial idealnya dipakai sebagai sarana untuk saling berbagi informasi atau pesan dalam bentuk tulisan, grafis, foto, video, animasi maupun perpaduannya. Bahkan beberapa media sosial bisa dioptimalkan untuk membantu pekerjaan, seperti halnya perkantoran. Tapi ada saja oknum netizen menggunakannya untuk memproduksi hoax dengan variabel bohong dan fitnah. Lakukan tindakan mensharing tanpa menyaring.  Literasi minus netizen tentang media sosial nyatanya menjadikan diri mereka sendiri kalah pintar dengan telepon pintar yang dimilikinya.  Adanya aplikasi media sosial pada HP membuka peluang bagi oknum netizen melakukan ghibah dan nyinyir, serta bully digital. Salah satu sebabnya mereka tidak perlu repot lagi pakai komputer PC atau laptop untuk mengaksesnya. Diakui fitur pada medsos sangat goda_able untuk aktifitas perbuatan patologi digital tersebut.
Regulasi tak bisa diandalkan untuk mereduksi aksi aksi yang  sebenarnya tergolong tidak manusiawi ini.
Ibaratnya, boleh jadi dalam hati para ilmuwan pencipta apikasi media sosial menyesal saat tahu bahwa aplikasi ciptaanya dijadikan sarana perbuatan ghibah, nyinyir dan bully serta memviralkan hal bodoh.
Berbagai aplikasi belanja online, pinjaman online dan pembayaran online juga menyasar HP yang pintar ini. Hampir semua urusan jadi gampang dengan HP pintar. Belanja online memudahkan orang untuk melakukan transaksi beli-jual dengan diapusi bonus-bonus menggiurkan. Membuat masyarakat kian konsumtif. Jika sebelumnya hendak belanja harus ke toko, pasar atau mall. Sekarang mau tidur bukannya baca doa malah iseng buka aplikasi belanja online di HP dan pada akhirna gak jadi tidur malah beli akuarium meja yang sebenarnya tidak penting-penting banget.
Sebelum muncul aplikasi pinjaman online, kalau mau pinjam duit rada susah. Setidaknya ada dua variabel yang wajib terpenuhi,  pertama nyari target siapa yang punya duit dan kedua yang bersangkutan harus murah hati. Sekarang dengan HP pintar cukup install aplikasi pinjam online dengan prasyarat yang lebih mudah daripada nyari toilet di terminal bus. Tapi bila telat sedikit dalam hal pembayaran angsurannya, jangan harap bisa nembak tar...tar.   Bisa-bisa data pribadi disebar oleh perusahan fintechnya.  
HP juga menjadi sasaran aplikasi pembayaran online dengan berbagai kegampangan yang ditawarkan. Bayar rekening ini itu bisa dengan sekali pencet saja.  Mereka kerjasama dengan perusahaan atau pedagang yang lapaknya ada di dunia maya. Benefit ditawarkannya jika pembayaran dilakukan melalui aplikasi ini.  Beragam keuntungan berupa diskon harga dan penambahan reward berupa poin yang reklamenya sangat menggoda walau kondisi tanggalan tua. Butuh effort untuk menahan rayuannya.
Abad 18 lalu Immanuel Kant sudah mengemukakan idenya mengenai pengetahuan manusia yang tidak hanya bersumber dari empirik sensual, melainkan pemahaman. Belajar dari filsuf Jerman tersebut, pahami lagi tujuan utama pembuatan HP, yaitu untuk berkomunikasi. Lalu pahamin setiap aplikasi yang akan diinstall.

Bagi yang tidak kuat godaan digital serta khawatir akan terjerumus dalam kelamnya kenistaan digital, maka cukuplah fitur uninstall sebagai penolong mu. (iwn)

Artikel Lainnya

Sign In Online Learning

Trainee Room

Download Form APL 1, APL 2, SKKNI dan Skema

Syarat yang harus dikumpulkan adalah :
1. Foto Copy KTP 1 lembar
2. Foto terbaru ukuran 3 X 4 : 1 lembar (Background Merah)
3. Print out dari website InsCinema Form APL 01 dan APL 02 juga syarat dan ketentuannya.
4. Portofolio hasil karya fotografi (Tehnik Dasar Fotografi)
5. Portofolio utk asisten produser, operator kamera dan editing adalah karya audio visual. Karya yang sudah kalian buat ditunjukkan ke Asesor saat ujian. Bisa melalui Laptop atau Hp

Syarat dimasukan ke dalam amplop coklat besar yg ada berkait tali