LOADING

Pencarian InsCinema

Hadapi Skripsi Era Pandemi

By Admin InsCinema 28 Jan 2021
16Shares
Situasi pandemi diikuti dengan pembatasan sosial dengan berbagai istilah yang intinya harus kurangi aktifitas diluar rumah serta kumpul-kumpul. Apapun bentuk perkumpulannya baik yang legal apalagi yang ilegal. Karena, selain virus mengintai ada segala macam denda serta aturan yang telah disiapkan bagi yang nekat. Ini bisa jadi sebuah malapetaka bagi mahasiswa yang sedang skripsi atau tugas akhir.

Mahasiswa dituntut untuk melakukan penelitian, sementara pemberlakuan pembatasan masih diterapkan oleh pemerintahan.  Key informan, informan ataupun responden semuanya ada di luar sana. Kampus dan institusi subjek tempat penelitiannya terapkan sistem wfo dan wfh dengan komposisi 25% - 75%. Konsultasi bimbingan dilakukan secara daring dengan berbagai keterbatasan. Terlebih batas akhir pengumpulan kian mendekat. Suasana hati bisa jadi mencekam tidak karuan. Dosen pembimbing (dospemb) telah berkali-kali berkirim pesan mengingatkan. Hendak dijawab gimana, tidak dijawab bakalan lebih gimana-gimana. Ibarat mau bunuh diri tapi takut mati, serba salah dan antibodi pun melemah. Tapi yakinlah setiap masalah pasti ada solusinya.

Memang diakui variabel kendala mahasiswa skripsi saat tidak sedang pandemi saja sudah banyak. Terlebih jaman pandemi dan pembatasan sosial seperti sekarang ini. Jikalau diinventaris bisa berhalaman halaman habis hanya sekadar nulis kendala-kendala mahasiswa skripsi. Tapi hampir dipastikan semua kendala-kendala tersebut cara penyelesaiannya ada pada niat. Biasanya terlalu banyak angan-angan tapi minim tindakan.

Ini ada beberapa kendala (bisa dibaca alasan) umum mahasiswa ketika skiripsi era pandemi.

Hendak cari buku ke perpustakaan (perpus) ternyata perpusnya tutup. Tenang, masalah ini bisa diantisipasi dengan memanfaatkan perpustakaan online ataupun situs jurnal-jurnal online yang gratisan dan melimpah ruah berserakan dibelantara dunia maya. Asalkan tekun dan kata kuncinya tepat, maka Insya Allah akan dipertemukan dengan referensi atau landasan teori atau metodelogi yang dimaksud. Contoh sederhana silahkan masuk ke Google Scholar (GS). Ini full gratis tis tis tis. Kelebihan yang GS tawarkan yakni terdapat  banyak artikel pilihan dari berbagai disiplin ilmu. GS juga telah memenuhi standar penelitian. Pokoknya reference_able alias layak dijadikan referensi. Pilihan lain bisa ke proquest, ebsco, microsoft academic atau ke Google Books serta masih banyak lainnya.  Beragam jenis tulisan yang bisa dijadikan referensi skripsi terdapat disitu. Beberapa situs memang menerapkan pratinjau. Tapi bisalah diakali. Silahkan tanya caranya ke si mbah Google.  Dan ingat, ilmu pada program studi yang kita minati ini bukanlah ilmu yang baru kemarin sore dirilis. So pasti ada bahan referensinya. Jadi tidak usah lagi alasan perpus tutup ataupun alasan tidak cukup anggaran untuk investasi beli buku. Oia, setelah mengutip pada situs-situs tersebut jangan lupa mensitasinya. Agar tidak dianggap plagiator.  Dan maklumi para penulis jurnal mengakui bahwa dirinya adalah pemburu sitasi.

Kendala umum selanjutnya, susah untuk bertemu key informan, informan atau responden. Alasannya sedang pemberlakuan pembatasan sosial. Ini juga tidak bisa dijadikan argumentasi untuk menunda penyelesaian skripsi. Banyak aplikasi yang bisa membantu peneliti untuk bertemu dengan tokoh tokoh penting yang menjadi kunci utama skripsi atau tugas akhir. Tanpa harus tatap muka di dunia nyata. Bisa gunakan aplikasi WA, Google Meet, Zoom atau mungkin gunakan pertanyaan tertulis via email.  Itu semua tergantung kesepakatan peneliti dengan informannya. Bagi yang hendak menyebarkan kuesioner kepada responden juga bisa memanfaatkan Google Form. Dalam sekali klik dokumen kuesioner langsung tersebar kepada responden yang dimaksud.  Hasilnya pun secara realtime bisa dipantau.  Lebih lanjut untuk data statistiknya bisa diolah dengan software pilihan.

Yang penting dekati subjek penelitian dengan sopan dan baik, lalu hargai tiap waktu yang mereka alokasikan.
Sadarkah semakin menunda skripsi maka beban hidup akan semakin berat. Salah satunya menambah lagi biaya semester dan runtutan permasalahan lainnya. Tidak sampai hati untuk menulisnya disini. Tapi bila tidak percaya, silahkan coba.

Walaupun mahasiswa harus menambah biaya lagi ke kampus, tapi disisi lain pihak kampus dirugikan. Sebab data oknum-oknum mahasiswa yang seharusnya lulus tapi mereka tidak lulus akan menjadi beban dan membuat rasio kelulusan mahasiswa rendah. Ini berpengaruh  pada penilaian borang akreditasi kampus. Singkat kata, menunda penyelesaian skripsi atau tugas akhir bukanlah jalan yang baik. (iwn)

Artikel Lainnya